Home
Waspada DB PDF
Written by oriana   
Sekarang sedang musim demam berdarah (DB). Perhatikanlah hal-hal di bawah ini supaya tidak kecolongan.

GEJALA-GEJALA DBD

- Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah, suhu tubuh antara 38-40°C atau lebih.
- Tampak bintik-bintik merah pada kulit, seperti bekas gigitan nyamuk yang disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler di kulit. Untuk membedakannya, kulit direnggangkan, bila bintik merah hilang berarti bukan tanda penyakit DBD. (tapi sekarang ini belum tentu muncul bintik-bintik merah)
- Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan).
- Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah.
- Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena perdarahan di lambung.
- Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat. Bila sudah parah tidak segera di tolong di rumah sakit dalam 2-3 hari dapat meninggal dunia.
- Para penderita DBD mengalami perdarahan di seluruh jaringan tubuh yang bisa tampak atau tak tampak dari luar.

PERTOLONGAN PERTAMA

- Beri minum sebanyak-banyaknya dengan air yang sudah dimasak seperti air susu, teh atau air minum lainnya, dapat juga dengan oralit.
- Berikan kompres air dingin atau es.
- Berikan obat penurun panah misalnya parasetamol (dosis anak-anak 10-20 mg/Kg BB per hari; dewasa; 3x1 tablet/hari).
- Harus segera di bawa ke dokter, petugas puskesmas pembantu, bidan desa, perawat pembina desa, Puskesmas atau Rumah Sakit.

CARA MENCEGAH DBD

Untuk mencegah DBD, nyamuk penularnya harus diberantas, sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada.
Untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti, maka jentik-jentiknya harus diberantas atau sarang-sarangnya harus diberantas (PSN-DBD).
Karena tempat berkembang biaknya terdapat di rumah-rumah dan tempat-tempat umum maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-DBD, secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.

[penyakitmenular.info]

Tambahan:

PERIKSA DARAH
Ketika demam tinggi dan di daerah sekitar ada juga korban DB, pada hari ke-3 demam sebaiknya Anda periksa darah jika demam tidak turun dengan obat penurun panas biasa atau obat flu.
Pemeriksaan penunjang laboratorium yang lazim digunakan saat ini di Indonesia (berdasarkan protokol penatalaksanaan DBD), adalah:
1) Trombosit
2) Hematokrit (PCV).

Dikatakan DBD, jika:
> Ada tanda-tanda klinis (demam, tanda perdarahan, dll).
> Trombosit kurang dari 100.000 (seratus ribu) dan Hematokrit meningkat 20 % atau lebih.

Jika tidak memenuhi kriteria di atas, maka BUKAN DBD.
Perlu diketahui bahwa diagnosa "Gejala DBD" tidak ada. Yang ada, DBD atau bukan DBD. Kalaupun curiga DBD maka diagnosanya adalah suspect (curiga) DBD. Jika dalam perawatan ternyata terjadi penurunan trombosit hingga kurang dari 100.000, maka diagnosa akhir adalah DBD.
Dan jika selama perawatan hingga sembuh, jumlah trombosit tidak pernah turun hingga di bawah 100.000, maka pasti BUKAN DBD.

Pada penderita DBD, trombosit akan naik dengan sendirinya menjadi normal setelah sembuh.

Makanan yang dianggap memilki korelasi dengan produksi trombosit, di antaranya: makanan sumber protein (daging, ikan, dll), sayur mayur dan buah (segala jenis buah yang biasa kita konsumsi, sedangkan jambu atau jus jambu masih menjadi perdebatan)

Last Updated ( Tuesday, 10 March 2009 )
 
< Prev   Next >

Galeri Foto Warga
Rumah Dijual di Lebak Bulus pelantikan 17 Agustus 2009 17 Agustus 2009 17 Agustus 2009 17 Agustus 2009
© 2012 orianapermata.com
Powered by [Joomla] | Iconed by [dryicons]