|
Written by oriana
|
Hari Selasa, 4 Mei lalu, mobil saya mogok seusai mengisi bensi di POM BBM sektor 2, sebelum pintu tol. Mobil tidak mau di-start, saya perkirakan akinya soak. Saya kemudian memanggil montir kenalan keluarga.
Beruntung, setelah menunggu setengah jam, montir datang membawa aki kering. Aki mobil saya kemudian diturunkan dan diganti dengan aki kering yang dibawa montir. Mobil langsung menyala.
Aki mobil saya kemudian diperiksa dan saya diberitahu bahwa airnya sudah habis. Air? Saya kaget karena saya sudah 1,5 tahun lebih memakai aki kering. Bagaimana bisa aki kering berubah menjadi aki basah? Sebelum kejadian ini, mobil saya pernah masuk bengkel. Pertama bengkel Auto 2000 sektor 7, kedua bengkel asuransi di Parigi [mobil diperbaiki setelah diserempet motor]. Saya tidak tahu bengkel mana yang menukar aki tersebut, yang pasti, salah satu bengkel melakukan hal itu. Mungkin karena kelalaian atau kesengajaan? Modus menukar barang dari mobil seperti ini sebelumnya juga pernah saya alami. Dan sialnya, saya tidak tahu di mana atau kapan terjadinya. Yang pasti, saya curiga ban serep saya ditukar dengan ban serep lama. Apa mungkin ban serep Toyota Avanza, berbeda ukurannya dengan 4 ban lainnya? Selain itu, velg-nya juga sudah rada karatan!
Dengan dua kejadian itu, saya semakin waspada dan akan mencatat serta memeriksa barang-barang asli mobil sebelum dan setelah keluar bengkel.
Semoga saja pengalaman ini juga bermanfaat bagi rekan-rekan semua.
|
|
Last Updated ( Thursday, 06 May 2010 )
|